Rabu, 17 Juli 2013

16-07-13


Hari bersejarah : 16 Juli 2013

Hari ini, saya LULUS,  Alhamdulillah ya Rabb --> itu artinya, status saya sudah bukan lagi mahasiswa.. dan artinya, saya memang benar-benar harus siap dengan tantangan selanjutnya.. masyarakat. Dan tentu, tanggungjawab semakin bertambah, anamah semakin besar, dan juga pertanyaan “kapan nikah” akan semakin banyak.. wkwkwk :D

‘ala kulli hal, Alhamdulillah ya Rabb.. Alhamdulillah..
Proses yang benar-benar mendewasakan..

Kamis, 11 Juli 2013

Pada Akhirnya.. Kau 'kan Rasa-i juga




Kalau mencoba merenungi..
Hidup itu memang gak pernah berjalan mundur. Apalagi maju mundur,, yang ada majuuuu terus (pantang mundur). Hehe.. #rakcethok
Mungkin memang berbanding lurus dengan pertambahan usia (berkurang kali ya tepatnya..), masing-masing manusia dapat dipastikan akan menjalani tiap fase kehidupannya. Apapun itu, fase kehidupan yang tentu sudah Allah skenariokan bagi kehidupannya.

Dan eh,, taukah??? Perenungan ini berkat loncatan demi loncatan memori yang ada di kepala saya.. tentang apa coba ?? SKRIPSI sodara-sodara.. hehe

Sabtu, 25 Mei 2013

Visi Kelangitan


Sudah sering sebenarnya, Allah persaksikan peristiwa demi peristiwa, fenomena demi fenomena atau lintasan demi lintasan dalam kehidupan. Baik itu sama (secara hikmah) ataupun berbeda.

Tapi begitulah manusia, terkadang yang Allah hadirkan untuk sekedar menambah ‘rasa’ dan ‘ilmu’ ditiap harinya, berlalu begitu saja tanpa berbekas.

Sama halnya seperti kamis kemarin, rasanya Allah baru saja memperlihatkanku sebuah kisah pengorbanan. Padahal, mungkin sebenarnya Allah pernah berkali-kali memperlihatkannya kepadaku. Tapi, karena bebalnya hati, butuh di sentil berkali-kali hingga kemudian merasakan bekasnya. Duh Rabbi,, faghfirlii.. :’(


Ceritanya, kamis kemarin ketika ada tugas dari kantor untuk menjemput tabung peduli di sebuah TK IT di kawasan Genuk.. butuh waktu tempuh sekitar 1 jam dari kantor untuk sampai di TK tersebut. Mulai dari perjalanannya saja, sudah membuatku takjub. Subhanallah,,

Minggu, 12 Mei 2013

gaya komunikasi di dumay :D


Bismillah..
Mesti ngapain dulu ya? Hehe..
hmm.. manusia seperti di manja bener2 deh ya sama ini jaman. Segalanya berasa mudaaahh banget, berasa instaaaann banget, tapi.. tapi.. jadi keinget kata-kata bang Tere Liye, intinya, si abang bilang, meski manusia seperti di manja dan dimudahkan perkara-perkaranya, tapi kenapa kualitas terbaik justru tetap di pegang oleh-orang2 terdahulu?? Yang jelas-jelas mereka kalau mau ngapa-ngapain serba manual.. serba “ribet” kalau orang sekarang bilang.

Entah kemana waktu yang berhasil kita hemat itu telah kita habiskan. Jangan-jangan hanya habis, jangan2 kita boroskan hanya untuk internetan, atau hal2 lain yang mubazir sejenisnya. Jangan-jangan kita habiskan untuk kemacetan, dan efek negatif dari kemajuan kita sendiri.
#refleksi..

Ngomong-ngomong tentang internetan.. gak jauh-jauh sama bahasan sosmed.. (hayoloh.. ngaku deh ya,, lebih sering buka sosmed kan?? Hehe.. #nyindir diri sendiri ).
Iya, lagi pengen nge-bahas sosmed.
Betewe, ini lagi gak bahas jenis2 sosmed ya.. (biar gak gagal paham).
Jujur, kadang suka online sampai larut malam memang. Tapi ya gitu.. hanya sekedar nemenin ngerjain skripsi, nemenin nge-revisi. Sesekali liat-liat status temen, buka artikel2 di fanspage, atau nge-cek group fb..
Dari aktivitas itu, akhirnya kutemukan satu hal yg sampai sekarang mengganjal dalam pikiran dan beradu dengan pikiran akan skripsi yg hampir kelar (aamiin).
“kenapa ya? Interaksi laki-laki dan perempuan itu justru lebih banyak malah pas larut malam, di atas waktu isya?”
Hehe.. selooww.. selooww.. yang ngerasa, gak perlu kasih alesan.. atau yang gak ngerasa juga gak perlu kasih alesan. Just share, what i think now..

Ini hanya hasil survey asal-asalan si markumil yang kurang kerjaan. Dan kesimpulannyapun mungkin juga asal-asalan. Tapi sungguh.. kadang bertanya,, terutama bagi yang memegang prinsip tentang pembatasan interaksi di waktu malam (ikhwan, akhwat – red).
Ya emang gak semua gitu sii.. mungkin yang gitu Cuma sebagian kecilnya malah..
Tapi, tetep aja jadi refleksi..
Apakah adab membatasi interaksi saat larut malam itu hanya berlaku untuk aktivitas di dunia nyata (sms, tlp, ketemuan – red)?
Dan sebegitu bebasnya kah interaksi di dunia maya? Sampai-sampai boleh nabrak waktu2 krusial seperti itu? Tapi, tetap tak menemukan alasan mendasar.. bahwa, interaksi itu cenderung pada interaksi yang mubah dan justru cenderung kurang penting.
Sebab, sering saya lihat, banyak yang kemudian koment-koment-an atau mention-mention (yang menurut saya agak kurang penting dan sebenarnya bisa di hindari) di dunia maya pada waktu2 krusial seperti itu.

Padahal tetap saja, yg namanya istilah interaksi itu tak hanya ada di dunia nyata..
Hmm.. Yaa.. ini refleksi bersama ya.. termasuk buat yang nulis yang juga pernah khilaf..
#kayaknya konklusi nya agak gak jelas gini. 
#tapi jadinya ploooonnngg bangeeettt, legaaaaa..
Afwan .. afwan .. bukan bermaksud menyindir beberapa pihak. Tulisan ini juga ditujukan sangat khusus untuk diri sendiri yang juga sering banyak lalai nya dalam berinteraksi dari pada nyadarnya.. faghfirli ya Rabb

Senin, 18 Maret 2013

Believe


yang harus di yakini :
bahwa Allah telah punya kisah sendiri untuk kita,
dengan apa yg Ia berikan saat ini,
itu adalah bagian dari puzzle-puzzle kecil menuju tujuan besar Nya akan kehidupan kita,

tinggal mengumpulkan sebanyak-banyaknya kesabaran, kebertawakalan, juga tentu sekuat ikhtiar akan pembuktian kesungguhan kita,
bahwa kita mampu mengemban amanah dari Nya..

#meleleh benar hati ini,,
Pingin teriaaaaakkk,,
Allah,,
Sabarkan.. sabarkan,, T.T

Jihad Pena



Kalau mengingat para pejuang islam kontemporer. Yang perjuangannya tak hanya dengan dengan raga, tapi justru dengan tarian lisannya yang diejawantahkan ke dalam tulisan-tulisan super – kalo saya bilang-. Saya selalu merasa harus berkata WOW sambil koprol dan salto. Haha.. ini ekspresi alay nya.

Tapi sungguh, terkesima sekali dengan beliau-beliau.

Bahkan ada yang masih tetap produktif menulis, meski berada dalam bui (penjara, red). Ada yang dengan begitu ridhonya berjalan mengelilingi beberapa negara hanya untuk menelusuri kesahihan hadist. Whaaa.. subhanalloh, subhanalloh.. dan masih banyak kisah-kisah heroik beliau-beliau dalam menuangkan pemikirannya. Dan ini adalah bentuk jihad mereka..

Sebegitu detailnya Allah, hingga Ia mengirimkan orang-orang shalih setelah Rasulullah yang kemudian dari tangan merekalah, kita –manusia akhir jaman yang sering lalai ini- dapat merasakan cahaya Nya.

Dan kali ini, ketika (ceritanya) saya sedang membereskan buku-buku koleksi yang tak seberapa, lalu, serasa ada yang menarik mata saya untuk mengamati nama-nama penulis. Mencermatinya dan akhirnya… membayangkan, betapa mereka –dengan keterbatasan kondisi- di jaman dahulu, mampu menghasilkan karya-karya fenomenal.
Aaaaa…. Semakin merasa di tampar bolak balik,, keterbatasan yang mereka miliki justru bukan membuat mereka mati berkarya, tapi…

Endingnya.. berterimakasih sangat, sangat,, pada para ulama terdahulu, yang melalui buku-bukunya, saya yang masih abangan dengan keberisalamannya bisa sedikit demi sedikit menemukan secercah cahaya.. ^^

Kamis, 28 Februari 2013

Ke-Ga(n)Je(n)-An :D


Annisa : Bentar bentar… Ini blog mana ciri khasnya anak kesehatannya ya?? Hmm.. postingannya clear dari postingan berbau kesehatan.. Ya ampuuunnn milaaaa…
#plak plak plak dzigdzigdzig,,
Mila        : Iyaa deh, maaaff , huhuhuuu..
Annisa    : Hmmph.. kudu mulai menulis yah, apa yg jadi fak mu sekarang >.<
     Se-enggak-nya,, Adalah bau-baunya kesehatan di blog ini,,
Mila        : siippooo,, next month : it’s my resolusion
Annisa    : gooood gooodd…
Mila        : Minimal 1 postingan ya? hehe #merajuk
Annisa    : %$@$$^&%$ capcay deh..
                Yooo,, buat latihan deh,, janji??
Mila        : asiiiiikkkk, hoorrrayyy hoorrraaayyy :D
               Okee,, insyaAllah *ting